Monday, 3 April 2017

PROGRAM REMEDIAL




1) Hakikat Remedial

Remedial merupakan suatu treatmen atau bantuan untuk mengatasi kesulitan belajar. Berikut adalah beberapa program assesmen yang bisa dijalankan atau dijadikan acuan dalam melakukan pengajaran remedial. Yang antara lain dalam bidang berhitung, membaca pemahaman dan menulis.

Remediasi mempunyai padanan remediation dalam bahasa Inggris. Kata ini berakar kata ‘toremedy’ yang bermakna menyembuhkan. Remediasi merujuk pada proses penyembuahan. Remedial merupakan

kata sifat. Karena itu dalam bahasa Inggris selalu bersama dengan kata benda, misalnya ‘remedial work’, yaitu pekerjaan penyembuhan, ‘remeDial teaching’ – pengajaran penyembuhan. Dsb. Di Indonesia, istilah ‘remedial’ sering ditulis berdiri sendiri sebagai kata benda. Mestinya dituliskan menjadi pengajaran remeial, atau kegiatan remedial dsb. Dalam bagian ini istilah remediasi dan remedial digunakan bersama-sama, yang merujuk pada suatu proses membantu siswa mengatasi kesulitan belajar terutama mengatasi miskonsepsimiskonsepsi yang dimiliki. Dalam random House Webster’s College Dictionary (1991), remediasi diartikan sebagai intended to improve poor skill in specifed feld.

Remediasi adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk membetulkan kekeliruan yang dilakukan siswa. Kalau dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran, kegiatan remediasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran yang kurang berhasil. Kekurangberhasilan pembelajaran ini biasanya ditunjukkan oleh ketidakberhasilan siswa dalam menguasai kompetensi yang diharapkan dalam pembelajaran.

Dari pengertian di atas diketahui bahwa suatu kegiatan pembelajaran dianggap sebagai kegiatan remediasi apabila kegiatan pembelajaran tersebut ditujukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran. Guru melaksanakan perubahan dalam kegiatan pembelajarannya sesuai dengan kesulitan yang dihadapi para siswa.

Sifat pokok kegiatan pembelajaran remedial ada tiga yaitu: (1) menyederhanakan konsep yang komplek (2) menjelaskan konsep yang kabur (3) memperbaiki konsep yang salah tafsir. Beberapa perlakuan yang

dapat diberikan terhadap sifat pokok remedial tersebut antara lain berupa: penjelasan oleh guru, pemberian rangkuman, dan advance organizer, pemberian tugas dan lain-lain.

Pokok bahasan yang belum dapat dikuasai peserta didik merupakan kesulitan belajar untuk mempelajari pokok bahasan berikutnya. Kenyataan ini akan diperburuk kalau pokok bahasan yang baru yang akan dipelajari memerlukan keterampilan prasyarat, disisi lain pokok bahasan yang menjadi prasyarat belum tuntas. Kesulitan lain untuk mencapai tingkat ketuntasan belajar anatara lain: perbedaan individual diantara peserta didik dalam kelas dengan sistem pembelajaran klasikal.

Asumsi yang mendasari pertimbangan metode pembelajaran remedial dengan pendekatan secara individual terhadap peserta didik yang mengalami kesulita belajar dengan pemberian rangkuman dan advance organizer adalah: (1) belajar hakekatnya adalah individual (2) pembelajaran klasikal

akan selalu dihadapkan dengan ketidak tuntasan belajar (3) kalau peserta didik yang mengalami kesulitan belajar dan diberikan pembelajaran kembali secara klasikal seperti pembelajaran utama, peserta didik akan  mengalami kesulitan yang serupa (4) rangkuman dan advance organizer

merupakan strategi pembelajaran untuk memudahkan pemahaman materi.

2) Prosedur Remedial

Dalam melaksanakan kegiatan remedial sebaiknya mengikuti langkahlangkah seperti berikut.

a) Analisis Hasil Diagnosis

Seperti yang telah Anda ketahui, diagnosis kesulitan belajar adalah suatu proses pemeriksaan terhadap siswa yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar. Melalui kegiatan diagnosis guru akan mengetahui para siswa yang perlu mendapatkan bantuan. Untuk keperluan kegiatan remedial, tentu yang menjadi fokus perhatian adalah siswa-siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar yang ditunjukkan tidak tercapainya kriteria keberhasilan belajar. Apabila kriteria keberhasilan 80 %, maka siswa yang dianggap berhasil jika mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, sedangkan siswa yang mencapai tingkat penguasaannya di bawah 80 % dikategorikan belum berhasil. Mereka inilah yang perlu mendapatkan remedial. Setelah guru mengetahui siswa-siswa mana yang harus mendapatkan remedial, informasi selanjutnya yang harus diketahui guru adalah topik atau materi apa yang belum dikuasai oleh siswa tersebut. Dalam hal ini guru harus melihat kesulitan belajar siswa secara individual. Hal ini dikarenakan ada kemungkinan masalah yang dihadapi siswa satu dengan siswa yang lainnnya tidak sama. Padahal setiap siswa harus mendapat perhatian dari guru.

b) Menemukan Penyebab Kesulitan

Sebelum Anda merancang kegiatan remedial, terlebih dahulu harus mengetahui mengapa siswa mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran. Faktor penyebab kesuliatan ini harus diidentifkasi terlebih dahulu, karena gejala yang sama yang ditunjukkan oleh siswa dapat ditimbulkan sebab yang berbeda dan faktor penyebab ini akan berpengaruh terhadap pemilihan jenis kegiatan remedial.

c) Menyusun Rencana Kegiatan Remedial

Setelah diketahui siswa-siswa yang perlu mendapatkan remedial, topik yang belum dikuasai setiap siswa, serta faktor penyebab kesulitan, langkah selanjutnya adalah menyusun rencana pembelajaran. Sama halnya pada pembelajaran pada umumnya, komponen-komponen yang harus direncanakan dalam melaksanakan kegiatan remedial adalah (1) merumuskan indikator hasil belajar, (2) menentukan materi yang sesuai engan indikator hasil belajar, (3) memilih strategi dan metode yang sesuai dengan karakteristik siswa, (4) merencanakan waktu yang diperlukan, dan (5) menentukan jenis, prosedur dan alat penilaian.

d) Melaksanakan Kegiatan Remedial

Setelah kegiatan perencanaan remedial disusun,langkah berikutnya adalah melaksanakan kegiatan remedial. Sebaiknya pelaksanaan kegiatan remedial dilakukan sesegera mungkin, karena semakin cepat siswa dibantu mengatasi kesulitan yang dihadapinya, semakin besar kemungkinan siswa tersebut berhasil dalam belajarnya.

e) Menilai Kegiatan Remedial

Untuk mengetahui berhasil tidaknya kegiatan remedial yang telah dilaksanakan, harus dilakukan penilaian. Penilaian ini dapat dilakukan dengan cara mengkaji kemajuan belajar siswa.Apabila siswa mengalami kemauan belajar sesuai yang diharapkan, berarti kegiatan remedial yang direncanakan dan dilaksanakan cukup efektif membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. Tetapi, apabila siswa tidak mengalami kemajuan dalam belajarnya berarti kegiatan remedial yang direncanakan

dan dilaksanakan kurang efektif. Untuk itu guru harus menganalisis setiap komponen pembelajaran.

3) Strategi dan Teknik Remedial

Beberapa teknik dan strategi yang dipergunakan dalam pelaksanaan pembelajaran remedial antara lain, (1) pemberian tugas/pembelajaran individu (2) diskusi/tanya jawab (3) kerja kelompok (4) tutor sebaya (5) menggunakan sumber lain. (Ditjen Dikti, 1984; 83).

a) Pemberian Tugas

Dalam pemberian tugas dapat dilakukan dengan berbagai jenis antara lain dengan pemberian rangkuman baik dilakukan secara individual maupun secara kelompok, pemberian advance organizer dan yang sejenis. b) Melakukan aktivitas fsik, misal demosntrasi, atau praktek dan diskusi

Ada konsep-konseps yang lebih mudah dipahami lewat aktivitas fIsik

(Dikutip dari buku Materi UKG Bahasa Indonesia 2015 karya Mukh Doyin dan Supriyono)

Baca Juga: Materi UTN 2017 Refleksi Pembelajaran


SOAL UTN PLPG 2017 KESULITAN BELAJAR SISWA


1. Memaksimalkan kegiatan ekstrakurikuler, melakukan rekreasi dengan guru, dan melakukan kegiatan informal lainnya memiliki fungsi untuk mengatasi kesulitan belajar dalam hal ….

A. mengemukakan gagasan

B. mengaktualisasikan diri

C. penciptaan hubungan yang baik

D. menformulasikan tindakan

2. Tindakan yang paling tepat dilakukan pada saat siswa mengalami kesulitan memahami pelajaran yang sedang diajarkan adalah:

A. Mengulang kembali bahan yang diajarkan

B. Memberikan tugas agar siswa mempelajari bahan yang belum dipahami

C. Memberikan buku sumber untuk dipelajari siswa

D. Membantu setiap siswa yang mengalami kesulitan

3. Seorang peserta didik mampu mendengarkan informasi yang disampaikan oleh guru tetapi pada saat ditanya ia tidak mengerti apa yang ia dengar.  Peserta didik tersebut mengalami kesulitan/ gangguan belajar dalam hal ....

A.        kesulitan akademis

B.           gangguan simbolik

C.        gangguan nonsimbolik

D.        gangguan social

4. Perbedaan antara konseling dan wawancara terletak pada maksud dan tujuannya. Tujuan konseling adalah....

A. Membantu siswa agar dapat memecahkan masalah pribadinya

B. Menbantu siswa agar dapat melakukan penyesuaian diri dengan lingkungannya

C. Membantu siswa agar dapat mengatasi kesulitan belajar

D. Membantu siswa agar memperoleh informasi tertentu

5. Cara yang yang paling cepat dan akurat yang digunakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik yang bersumber dari faktor sosial adalah …

A. sosiometri

B. angket

C. wawancara

D. brainstorming

6. Bila anda sebagai guru menemukan peserta didik mengalami kesulitan memahami materi pelajaran yang  diberikan, tindakan apa yang akan dilakukan ?

 A. Memindahkantempat duduk peserta didik  ke meja yang paling depan

 B. Mengulangi penjelasan bahan ajar kepada seluruh peserta didik

 C. Memberikan bantuan belajar kepada peserta didik yang bersangkutan

 D. Menugaskan seluruh peserta didik membaca buku sumber

7. Peserta didik banyak meluangkan waktu untuk bermain dengan teman-temannya. Dia rela menghabiskan waktunya untuk teman daripada belajar. Ketika hasil tes dibagikan, serta didik mendapat nilai yang kurang memuaskan. berusaha menyadarkan siswa. hal tersebut merupakan penyadaran kesulitan belajar yang bersumber dari faktor ...

A. keluarga

B. sosial

C. kondisi fisik

D. intelektual








Sunday, 2 April 2017

SOAL UTN PLPG 2017 PROGRAM REMEDIAL DAN PENGAYAAN

1.    Program pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk belajar sesuai dengan kecepatan, kesempatan, dan gaya belajar masing-masing. Pembelajaran remedial harus mengakomodasi perbedaan individual peserta didik.
 Pernyataan di atas termasuk  salah satu prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran remedial, yaitu...

A.  Fleksibilitas
B.  Interaktif
C.  Adaptif
D.  Kesinambungan


2. Pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk secara intensif berhubungan dan berkomunikasi dengan pendidik dan sumber belajar yang tersedia. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa kegiatan belajar peserta didik yang bersifat perbaikan perlu selalu mendapatkan monitoring dan pengawasan agar diketahui kemajuan belajarnya.  


Pernyataan di atas termasuk  salah satu prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran remedial, yaitu...


A.  Fleksibilitas


B.  Interaktif


C.  Adaptif

D.  Kesinambungan

3. Bentuk perlakuan pembelajaran remedial dilakukan berdasarkan keterserapan KD pada ketuntasan klasikal. Bila ketuntasan klasikalnya kurang dari 50% artinya yang mengikuti pembelajaran remedial lebih dari 50% maka remedial dilakukan dengan….

A. memberikan pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda.

B. bimbingan secara khusus

C. tutor sebaya

D. penugasan secara berkelompok

4. Berdasarkan data hasil evaluasi pembelajaran diperoleh hasil sebagai berikut. Dari 32 siswa yang mengikuti ulangan harian dinyatakan belum tuntas sejumlah 15 sehingga  mengikuti program remedial.

Bentuk perlakuan pembelajaran remedial berdasarkan data di atas adalah….

A. memberikan pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda.

B. bimbingan secara khusus

C. tutor sebaya

D. penugasan secara berkelompok  

5.  Langkah-langkah yang perlu dikerjakan dalam pemberian pembelajaran remedial antara lain mendiagnosis kesulitan belajar. Faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar ringan antara lain…

A. Faktor keluarga karena perceraian orang tua

B. Faktor pergaulan karena dikucilkan teman-teman

C. Faktor pribadi kurang perhatian saat pelajaran

D. Faktor individu karena mengalami ketunaan pada diri siswa

6. Ada beberapa teknik untuk mendiagnosis kesulitan belajar dalam rangka melaksanakan pembelajaran remedial. untuk mengetahui kesulitan peserta didik dalam menguasai kompetensi tertentu. Misalnya dalam mempelajari operasi bilangan, apakah peserta didik mengalami kesulitan pada kompetensi
penambahan, pengurangan, pembagian, atau perkalian digunakan teknik….

A. Tes prayarat

B. Tes diagnostik

C. Wawancara

D. Pengamatan

7.  Setelah diketahui kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik, langkah berikutnya adalah memberikan perlakuan berupa pembelajaran remedial. Salah satu bentuk pelaksanaan pembelajaran adala peserta didik diberi latihan intensif (drill) untuk membantu menguasai kompetensi yang ditetapkan dan agar tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan tes akhir.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial dengan….

A.  pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda.

B.  Pemberian bimbingan secara khusus

C.  Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus

D.  Pemanfaatan tutor sebaya

8.   Dalam pembelajaran remedial seorang guru memanfaatkan siswa dalam satu kelas yang memiliki kecepatan belajar lebih untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar.

 Kegiatan tersebut merupakan bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial dengan….

A.  pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda.

B.  Pemberian bimbingan secara khusus

C.  Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus

D.  Pemanfaatan tutor sebaya

9.  Pembelajaran pengayaan memberikan pelayanan kepada peserta didik yang memiliki kecerdasan lebih dengan tantangan belajar yang lebih tinggi untuk membantu mereka mencapai kapasitas optimal dalam belajarnya. Pembelajaran pengayaan yang berupa program yang bersifat umum yang dirancang untuk disajikan kepada peserta didik. Sajian dimaksud berupa peristiwa sejarah, buku, tokoh masyarakat, dsb, yang secara regular tidak tercakup dalam kurikulum adalah….

A. Kegiatan eksploratori

B. Keterampilan proses

C. Pemecahan masalah

D. Kegiatan investigative

10. Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat dilakukan dengan cara peserta didik yang memiliki minat tertentu diberikan pembelajaran bersama pada jam-jam pelajaran sekolah biasa, sambil menunggu teman-temannya yang mengikuti pembelajaran remedial karena belum mencapai
ketuntasan.
Bentuk pelakasanaan pembelajaran pengayaan tersebut adalah…

A. Belajar kelompok

B. Belajar mandiri

C. Pembelajaran berbasis tema

D. Pemadatan kurikulum



PEMBAHASAN SOAL
Bentuk perlakuan pembelajaran remedial dilakukan berdasarkan keterserapan KD pada ketuntasan klasikal. Bila ketuntasan klasikalnya kurang dari 50% artinya yang mengikuti pembelajaran remedial lebih dari 50% maka remedial dilakukan dengan memberikan pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda. Jika yang mengikuti pembelajaran remedial pada KD tersebut kurang dari 20%, maka perlakuan yang diberikan berupa bimbingan secara khusus, misalnya dengan tutor sebaya. Jika yang mengikuti remedial berada pada rentang 20%-50% maka perlakuan diberikan dengan penugasan secara berkelompok (Depdiknas, 2010: 38).

Pembahasan lengkap pembelajaran remedial BACA DI SINI dan pengayaan BACA DI SINI
BAGI PESERTA PLPG 2017 BACA PETUNJUK PRAKONDISI PLPG 2017 DI SINI
UNDUH MODUL PRAKONDISI PEDAGOGIK DI SINI
UNDUH MODUL PRAKONDISI BAHASA INDONESIA DI SINI

UNTUK PERSIAPAN UTN 2017 BACA PAKET LENGKAP SOAL DAN PEMBAHASAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DI SINI
KOMPETENSI PROFESIONAL BAHASA INDONESIA DI SINI
BACA MATERI LENGKAP PPG-PLPG TAHUN 2017 

BREAKING NEWSINFO PKB GURU PEMBELAJAR
BACA PETUNJUK TEKNIS PROGRAM PKB (GURU PEMBELAJAR) TAHUN 2017
MODUL, LEMBAR KERJA, LATIHAN SOAL TES AKHIR PKB 2017 KOMPETENSI PEDAGOGIK BACA DI SINI
MODUL, LK, LATIHAN SOAL TES AKHIR PKB 2017 KOMPETENSI PROFESIONAL BACA DI SINI



SOAL UTN PLPG 2017 PTK PAKET 1



  1. Agar dapat menyusun hipotesis tindakan dengan tepat, Anda dapat melakukan kegiatan-kegiatan. Salah satu kegiatan itu adalah  pengkajian teoretik di bidang pembelajaran/pendidikan.Pernyataan tersebut merupakan kegiatan PTK pada langkah ...
  1. merumuskan masalah
  2. mengidentifikasi masalah
  3. Merancang PTK dengan mengajukan hipotesis tindakan
  4. menyusun proposal penelitian
2. Mengetahui proses tindakan,  pengaruh tindakan (yang disengaja dan tak sengaja), (c) keadaan dan kendala tindakan, (d) bagaimana keadaan dan kendala tersebut menghambat atau mempermudah tindakan  dan pengaruhnya merupakan kegiatan PTK pada langkah ….
  1. refleksi
  2. observasi
  3. perencanaan
  4. pelaksanaan
3. Model rancangan PTK terletak pada alur pelaksanaan tindakan yang dilakukan. Hal ini sekaligus menjadi penanda atau ciri khusus yang membedakan PTK dengan jenis penelitian lain. Adapun alur penelitian tindakan yang dimaksud adalah ….
  1. observasi --> refleksi --> perencanaan -->   pelaksanaan tindakan
  2. refleksi --> perencanaan --> pelaksanaan tindakan --> observasi
  3. perencanaan --> observasi --> pelaksanaan tindakan --> refleksi
  4. perencanaan --> pelaksanaan tindakan --> observasi --> refleksi
4. Rumusan masalah dalam PTK berikut, yang mana paling tepat disebut sebagai rumusan masalah PTK?
A. Apakah pengaruh permainan peran dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas XI SMA Negeri 2 Boyolali?
B. Bagaimana cara meningkatkan kemampuan siswa dalam mengajukan pertanyaan melalui metode tanya jawab dalam pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XI IPA 2?
C. Mengapa siswa SMA Negeri 2 Boyolali selalu menjadi juara dalam berbagai perlombaan nasional?
D. Bagaimana cara menggunakan alat peraga yang berasal dari lingkungan sekitar sekolah?

5.  Dalam Penelitian tindakan kelas, masalah yang diteliti berasal dari ....
A. kerisauan guru akan kinerjanya di kelas yang diajar
B. keriasauan pendidik akan mutu pendidikan
C. keinginan untuk membantu guru
D. kepedulian peneliti akan kinerja guru







SOAL UTN PLPG 2017 REFLEKSI PEMBELAJARAN


1. kegiatan yang harus dilakukan setelah pembelajaran adallah melakukan refleksi. Refleksi ini tidak hanya dilaksanakan pendidik saja, tetapi juga oleh peserta didik. Tujuan dilakukannya refleksi pembelajaran bagi peserta didik adalah....
  1. untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan pendidik dalam pembelajaran
  2. untuk mencapai kepuasaan diri peserta didik memperoleh wadah yang tepat dalam menjalin komunikasi positif dengan pendidik.
  3. untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran selanjutnya
  4. untuk mencapai kepuasaan diri pendidik memperoleh wadah yang tepat dalam menjalin komunikasi positif dengan peserta pendidik.
2. Kegiatan yang harus dilakukan setelah pembelajaran adalah melakukan refleksi. Tujuan dilakukan refleksi pembelajaran bagi pendidik antara lain adalah ….
  1. Untuk  menganalisis tingkat keberhasilan proses dan hasil belajar peserta didik
  2. Untuk melakukan evaluasi diri terhadap hasil belajar yang telah dilakukan
  3. untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan pembelajaran
  4. Untuk  mengembangkan  model pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diampu
3. Kegiatan refleksi merupakan kegiatan terakhir dari pelaksanaan pembelajaran. Pada kegiatan inilah guru akan dapat mengetahui berhasil tidaknya rencana pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan refleksi dilakukan dengan memperhatikan beberapa prinsip, diantaranya adalah ....
  1. Hasil penilaian pendidik dijadikan masukan oleh pendidik untuk perbaikan pembelajaran
  2. Ada kesadaran  pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
  3. Penilaian dilaksanakan di akhir pembelajaran
  4. Penilaian dilaksanakan sejak awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran
4. Refleksi terhadap pembelajaran mutlak harus dilakukan oleh pendidik untuk meningkatkan mutu pembelajaran  dan meningkatkan kinerjanya sendiri dengan memperhatikan beberapa prinsip, di antaranya adalah ….
  1. Penilaian dilaksanakan di akhir pembelajaran
  2. Ada kesadaran  pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
  3. Penilaian oleh peserta didik dilakukan dengan sangat kritis
  4. Hasil penilaian pendidik dijadikan masukan oleh pendidik untuk perbaikan pembelajaran
5. Untuk mengetahui keberhasilan belajar peserta didik, baik selama maupun setelah peserta didik mengikuti pembelajaran tertentu dapat dilihat melalui pengamatan keaktifan peserta didik dalam bekerjasama atau wawancara tentang kesulitan-kesulitan yang dihadapi peserta didik selama mengikuti pembelajaran.Pertanyaan-pertanyaan yang dapat menjelaskan memberikan penjelasan tetang hasil wawancara atau pengamatan diantaranya adalah ...
  1. Mengapa peserta didik  tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran?
  2. Bagaimanakah proses pembelajaran yang dilakukan  agar efektif?
  3. Apakah kompetensi awal peserta didik untuk mengikuti pembelajaran  memadai?
  4. mengapa peserta didik kita memberikan respon negatif atas pelaksanaan pembelajaran yang kita lakukan

REFLEKSI PEMBELAJARAN


  1. Konsep Refleksi dalam Pembelajaran
    Refleksi adalah kegiatan penilaian dalam berbagai bentuk yang dilakukan oleh peserta didik terhadap proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan oleh pendidik dengan maksud untuk memperbaiki proses belajar yang dilaksanakan oleh pendidik pada waktu yang akan datang.
    Definisi menurut Reid, 1995 “Reflection is a process of reviewing an experience of practice in order to describe, analyse, evaluate and so inform learning about practice”. Konsep tersebut dapat diartikan, bahwa refleksi adalah sebuah proses mereviu pengalaman dengan cara mendeskripsikan, menganalisis, mengevaluasi pembembelajaran yang telah dilakukan.
  2. Prinsip Refleksi dalam Pembelajaran
    Refleksi pembelajaran sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan beberapa prinsip berikut, yakni: (1) Ada kesadaran bersama pendidik dan peserta didik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; (2) Penilaian oleh peserta didik dilakukan dengan sangat kritis; (3) Penilaian dilaksanakan sejak awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran; (4) Hasil penilaian oleh peserta didik dijadikan masukan oleh pendidik untuk perbaikan pembelajaran.
  3. Tujuan dan Sasaran Refleksi dalam Pembelajaran
    Tujuan dilakukan refleksi pembelajaran bagi pendidik antara lain: (1) Untuk menganalisis tingkat keberhasilan proses dan hasil belajar peserta didik; (2) Untuk melakukan evaluasi diri terhadap proses belajar yang telah dilakukan; (3) untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan; (4) untuk merancang upaya
    optimalisasi proses dan hasil belajar, (5) Untuk memperbaiki dan mengembangkan pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. Refleksi pembelajaran penting dilakukan dengan tujuan untuk memberikan informasi positif tentang bagaimana cara meningkatkan kualitas pembelajarannya sekaligus sebagai bahan observasi untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran itu tercapai. Selain itu refleksi terhadap pembelajaran bermanfaat bagi peserta didik yakni, untuk mencapai kepuasaan diri peserta didik memperoleh wadah yang tepat dalam menjalin komunikasi positif dengan pendidik.
  4. Teknik-teknik Refleksi dalam Pembelajaran

  1. Belajar Jurnal
    Pertama adalah belajar jurnal, para siswa diminta untuk membuat jurnal mingguan di mana mereka merekam dan berkomentar tentang pengalaman mereka sebagai pelajar dalam kelas tersebut. Dibutuhkan waktu lima menit untuk siswa menulis jurnal tersebut. Pada akhir pelajaran jurnal tersebut di kumpulkan kepada guru untuk diberi komentar.
  2. Belajar Mitra (kelompok atau kerjasama)
    Belajar mitra berguna untuk mendiskusikan ide-ide yang dibangkitkan, mengeksplorasi kepentingan mereka sendiri, bertukar pikiran untuk memberikan komentar satu sama lainnya.
  3. Belajar Kontrak
    Penggunaan belajar kontrak pada pembelajaran refleksi ada tiga tahap, yaitu sebagai berikut.
    1) Sebelum penyusunan sebuah draft awal untuk disampaikan kepada siswa harus fokus pada pengalaman mereka, kebutuhan mereka belajar dan bagaimana mereka bisa belajar dengan baik. Dalam dialog dengan siswa, konsepsi pembelajaran ini didiskusikan dan kontrak yang direvisi dihasilkan.
    2) Sebelum penyerahan hasil ahir belajar mereka, siswa diminta dalam kontrak untuk meninjau pembelajaran mereka dan bagaimana mereka dapat menyampaikannya kepada orang lain.
    3) Jadwal Penilaian diri. Jadwal penilaian diri digunakan sebagai sarana memungkinkan siswa untuk menyatukan berbagai pembelajaran mereka dalam suatu kelas, untuk merefleksikan prestasi mereka dan mengkaji implikasinya untuk pembelajaran lebih lanjut. (Tebow, 2008)

    5. Penyusunan Instrumen Refleksi Pembelajaran
    Instrumen adalah alat untuk merekam informasi yang akan dikumpulkan. Instrumen observasi digunakan berdasarkan teknik yang dilakukan. Berikut ini jenis instrumen yang dapat dikembangkan untuk kegiatan refleksi pembelajaran.
    a. Lembar Observasi
    Lembar observasi adalah hasil pencatatan terhadap pengamatan fenomena-fenomena yang diselidiki secara sistematis. Instrumen observasi yang berupa pedoman pengamatan biasa digunakan dalam observasi sistematis, di mana observer bekerja sesuai dengan
    pedoman yang telah dibuat.
    b. Pedoman Wawancara
    Pedoman wawancara (interview guide) adalah acuan percakapan yang dilaksanakan untuk memperoleh informasi dari responden. Secara minimal pedoman tersebut memuat rambu-rambu pertanyaan yang akan ditanyakan pada responden.
    c. Lembar Telaah Dokumen
    Lembar telaah dokumen adalah instrumen yang yang digunakan untuk mengolah dokumen-dokumen yang dimiliki. Bentuk instrument dokumentasi terdiri atas dua macam yaitu pedoman dekomentasi yang memuat garis-garis besar atau kategori yang akan dicari datanya, dan check list yang memuat daftar variabel yang akan dikumpulan datanya. Perbedaan antara kedua bentuk instrumen ini terletak pada intensitas
    gejala yang diteliti.
    d. Angket atau Kuisioner
    Refleksi kegiatan pembelajaran dapat menggunakan metode angket atau kuisioner. Pada kegiatan ini, digunakan instrumen sesuai dengan nama metodenya. Bentuk lembaran angket dapat berupa sejumlah pertanyaan tertulis, tujuannya untuk memperoleh informasi dari responden tentang apa yang dialami dan diketahui oleh peserta didik.
     
    Sumber Pustaka
    Doyin, Mukh dan Supriyono. 2015. Materi UKG Bahasa Indonesia. Semarang: Bandungan Institute.
    Kurniawan, Endang, Rien Hermawaty, Saifur Rohman. 2016. Refleksi Pembelajaran Dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Jakarta:  Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
BACA JUGA: SOAL UTN 2017 REFLEKSI PEMBELAJARAN